Renungan Harian Kristen : Perkawinan di Kana - Hadir Sebagai Problem Solver atau Problem Maker

Renungan Harian Kristen : Perkawinan di Kana

Renungan Kristen : Perkawinan di Kana


Bacaan: Yohanes 2: 1-11

Yesus, Maria, dan para murid sedang menjadi undangan dalam pesta perkawinan di Kana. Tentu menjadi sebuah hal yang ditakuti semua penyelenggara pesta kalau terjadi kekurangan minuman atau makanan.

Maria melihat hal itu dan entah mengapa dia turut memikirkan masalah itu dan membukakan rahasia itu kepada Yesus, "mereka kehabisan anggur", bisiknya.

Dalam bahasa sekarang Yesus menjawab, "lalu apa hubungannya dengan saya?" So what?

Ajaibnya Maria langsung berkata kepada para pelayan, "apapun yang Dia perintahkan kepadamu, lakukanlah!"

Di luar dugaan Yesus memerintahan pelayan untuk mengisi enam tempayan yang ada di situ dengan air. Dan diam-diam Dia mengubah air itu menjadi anggur kelas satu, tanpa ribut-ribut, tanpa diketahui siapapun. Tiba-tiba saja masalah yang bukan masalah Yesus sudah diambil alih menjadi masalah-Nya dan Dia bertindak sebagai problem solver (orang yang memecahkan masalah). Hanya Maria, pelayan-pelayan dan para murid itu yang mengetahui. Dan pesta berjalan terus tanpa timbul kegaduhan sama sekali.

Banyak pertanyaan yang ditimbulkan oleh kisah ini yang tidak terjawab. Siapa yang menikah? Mengapa Yesus diundang? Apakah para murid kenal dengan pengantinnya? Apakah Maria tahu kalau Yesus akan melakukan sesuatu terkait anggur yang kurang, atau Maria sesungguhnya hanya menyampaikan observasinya? Apakah para pelayan menceritakan apa yang terjadi? Apakah para murid melihat sendiri atauhanya menerima cerita setelah kejadian itu lalu mereka percaya? Mengapa Yesus membuat "tanda" ini sebagai penampilan perdana-Nya? Bukankah ini hal yang sepele dibandingkan dengan karya-karya-Nya yang lain di kemudian hari? Apakah kekurangan anggur merupakan hal yang sangat penting sehingga memerlukan campur tangan ilahi? Apakah karena "tanda" ini lalu para murid itu percaya?

"Tanda" yang pertama dari Yesus rupanya menunjukan karakter dan pekayanan-Nya. Yesus datang ke perkawinan. Anak Manusia, di awal pelayanan publik-Nya, menghadiri sebuah pesta perkaawinan. Apakah tidak ada hal lain yang lebih penting untuk dilakukan? 

Kita semua patut bersyukur karena Injil Yohanes mencatat hal ini. Kisah ini menunjukkan bahwa tahap-tahap penting dalam hidup manusia juga menjadi perhatian Yesus -- Perkawinan, kelahiran, wisuda, ulang tahun, kematian, reuni, temu kangen saudara -- peristiwa-peristiwa yang dapat menjadi momen kehadiran Tuhan. 

Dia hadir, dia menghargai transisi hidup kita dari tahap ke tahap. Dia melihat masalah masalah dan menolong memecahkan masalah, bahkan di saat kita tidak sepenuhnya menyadari kehadiran Tuhan dalam kehidupan kita.

Kehadiran dan tindakan-Nya bukan hanya saat terjadi perkara besar saja. Tetapi Tuhan juga bekerja dan bertindak dalam perkara sehari-hari / kecil dalam hidup kita.

Ada sebuah kata bijak yang sampai saat ini saya pakai. 

"Manusia yang baik, adalah manusia yang mampu menjadi solusi bagi masalah yang ada di sekelilingnya"

Mari sebagai Anak Tuhan, jadikanlah diri kita sebagai solusi dalam setiap permasalahan sehari-hari. Baik dalam pekerjaan, lingkungan, maupun keluarga. Jangan jadikan diri kita pembawa masalah, tetapi bawalah sebuah solusi yang mampu memecahkan masalah. Seberat apapun masalah itu, percayakan sama Tuhan. Dia penolong yang sejati.

God Bless You

*************

Hallo... Ini adalah Renungan Kristen Harian pertama di blog ini. Ke depan, Rujend akan rutin untuk membagikan renungan-renungan Kristen setiap harinya. Semoga kita semua bisa makin terberkati lewat tulisan-tulisan yang dibagikan ya ...

0 Response to "Renungan Harian Kristen : Perkawinan di Kana - Hadir Sebagai Problem Solver atau Problem Maker"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel