Always Beautiful! - Opini



Manusia ya begini. Bisanya cuma menggerutu aja, ngeluh, putus asa, nyalahin keadaan, nyalahin orang lain, berpikir dirinya paling bener. Biasa itu mah.

Sebenarnya kalimat itu buat nampar diriku sendiri sih. Ya, abis gimana, kan aku manusia.

Oiya, btw ini artikel pertamaku di sekmen opini. Intinya di sekmen opini itu berisi tentang pendapat pribadiku tentang dunia di sekelilingku. Semoga kamu suka.

Aku mau cerita nih...

Sekitar 14 hari yang lalu, atau sebut saja dua minggu, aku diberi tugas buat ngerjain tugas. Deadline tiga minggu. Oke, I accepted it. Aku yakin selesai, karena aku kan lumayan pinterlah.

Satu minggu berjalan, tugas sudah aku cicil, dan sebagian sudah terselesaikan.

Udah agak tenang, sebagian udah selesai. Di minggu yang kedua, kabar gembira banget datang menghampiriku. Pokoknya bikin bahagia banget deh. Tugasnya diganti!!! Bahagia kan?

Mulai deh, sifat lahiriah aku sebagai manusia berkecamuk. Ngeluh? Pasti. Nyalahin orang lain? Pasti. Kesel? Pasti. Tapi aku masih tetap yakin bakalan selesai kok, karena kan aku pinter.

Waktu terus berjalan, sampailah aku pada suatu titik. Titik di mana aku nggak yakin bisa selesaiin tugas-tugas itu. Mulai panik. Stres, emosi jadi nggak terkendali.

Akhirnya aku curhat ke teman soal tugasku ini. Dia kasih tanggapan begini "Udah santai aja, pasti selesai. Semua akan indah pada waktunya. Kalau belum indah ya berarti belum waktunya".

Dan setelah aku pikir-pikir kata temanku ini benar juga.

"Semua akan indah pada waktunya" I mean, waktunya Tuhan.

Saat itu aku sungguh mengandalkan kemampuanku. Sampai aku sadar kalau kemampuanku bukanlah sebuah kemampuan. Tuhanlah yang memampukan aku.

Aku berdoa, Tuhan tolong mampukan aku selesaikan tugasku.

Tuhan jawab tepat pada waktunya. Tugasku selesai tepat waktu. Semua karena Tuhan yang mampukan, bukan karena kemampuanku.

Dan sampai kapanpun, nilai ini akan selalu aku pegang.

"Tuhan akan berikan tepat pada waktunya, jika kita mau mengandalkanNya"

6 Responses to "Always Beautiful! - Opini"

  1. Nyengir sy baca pas paragraf iya sy emg pinter dan pas tugas diganti... Bahagia kan? Lucu deh... Sy emg tipe Penyuka artikel yg ringan begini... Soalnya hidup dhbtmbh berat hrs seimbang dengan yg rd ringan.. Nice 😀

    ReplyDelete
  2. ya selalin mengadalakna Tuhan juag uiktiar kita ya tp jangan dibawa tegang

    ReplyDelete
  3. dari jaman sekolah kuliah sampe udah jadi emak2 mendengar tugas udah selesai tiba2 diganti rasanya kalau badan saya dikasih termometer udah 100 derajat celcius. kesel luar biasa daah....

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel