7 Fakta Menarik Sistem Pendidikan di Finlandia yang Dicap Sebagai yang Terbaik di Dunia

Finlandia merupakan negara di Eropa Utara yang menyandang sejumlah predikat terhebat. Mulai dari negara paling demokratis di dunia, ketersediaan tenaga ahli berkualitas, peringkat teratas dunia dalam hal kebebasan pers, hinga sebagai negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia.

Kali ini, Rujend akan membahas lebih detail terkait dengan 7 Fakta Menarik tentang Sistem Pendidikan di Finlandia yang Dicap Sebagai yang Terbaik di Dunia. Mari disimak ulasan berikut ini.

Fakta Menarik tentang Pendidikan di Finlandia


Bayangkan jika setiap harinya kalian hanya bersekolah lima jam lamanya, tidak ada pekerjaan rumah, dan tidak ada Ujian Nasional yang membuat kalian pusing tujuh keliling. Namun itu semua hanyalah sebuah khayalan belaka jika kita bersekolah di Indonesia.

Sekolah mulai jam tujuh padi hingga pukul tiga sore, atau hampir sama dengan jam orang kantoran, pekerjaan rumah yang menumpuk, dan ujian nasional yang menanti Sungguh hal tersebut membuat siswa di Indonesia seperti sulit untuk bernapas.

Sebaliknya ada satu negara di dunia ini yang hanya memiliki lima jam pelajaran per harinya, tanpa PR, dan tanpa Ujian Nasional. Meskipun tanpa itu semua, negara ini justru mendapatkan peringkat sebagai negara dengan pendidikan terbaik, dan negara tersebut adalah Finlandia.

Mungkin kalian heran, kok bisa mereka dengan hanya lima jam pelajaran per hari, tanpa PR dan Ujian Nasional bisa meraih predikat negara dengan sistem pendidikan terbaik? Ternyata ada 7 Fakta menarik dari sistem pendidikan di Finlandia yang patut dicontoh bagi bangsa Indonesia.

7 Fakta Menarik tentang Sistem Pendidikan di Finlandia

Apa saja ketujuh fakta menarik tersebut? Tak usah berlama-lama lagi, ini dia ketujuh fakta menarik pendidikan di Finlandia...

1. Anak-Anak di Findlandia Baru Bersekolah di Usia 7 Tahun

Peraturan di Finlandia sudah mengatur bahwa usia minimal anak-anak boleh bersekolah adalah 7 tahun. Terlalu tua ? Jangan heran hal ini diatur bukanlah tanpa alasan. Finlandia lebih mempertimbangkan kesiapan mental anak-anak saat memasuki sekolah.

Sedangkan di Indonesia, orang tua yang memiliki seorang anak usia 3 tahun sudah heboh dan mulai mencari pre-school untuk anaknya. Itu karena para orang tua takut anaknya akan ketinggalan dibanding yang lainnya.

Nah, pemikiran yang ingin memasukan anak untuk bersekolah lebih dini, memang tidak sepenuhnya salah. Tetapi akan menimbulkan kekhawatiran apabila nanti sang anak bosan bersekolah karena sudah sejak usia 3 tahun sudah disekolahkan. Dan anak-anak seperti dipaksakan untuk belajar oleh orang tuanya.

Berbeda nih dengan anak-anak di Finlandia. Mereka justru mulai sekolahnya telat, tetapi mereka tidak ketinggalan dalam mata pelajaran apapun. Justru mereka menjadi sangat kreatif dan mampu memecahkan masalah sendiri.

2. Empat Puluh Lima Menit Belajar dan Lima Belas Menit Istirahat

Anak-anak di Finlandia tidak terus diforsir untuk belajar tanpa henti. Mereka mendapat waktu istirahat 15 menit untuk setiap 45 menit belajar. Mereka percaya bahwa istirahat yang cukup akan mampu menyerap pelajaran lebih baik dan membantu anak-anak lebih fokus.

Sedangkan di Indonesia, anak-anak cenderung dipaksa untuk belajar berjam-jam. Baik itu di sekolah maupu di rumah. Mereka dituntut untuk cepat menguasai pelajaran. Alhasil mereka kehilangan waktu bermain yang sebenarnya sangat penting untuk mengembangkan kreativitas mereka 

3. Bersekolah di Sekolah Negeri Finlandia Gratis

Finlandia tidak mengenal yang namanya sekolah unggulan karena semua sekolah di negara tersebut sudah sama rata kualitasnya. Para orangtua juga tidak perlu pusing memikirkan biaya sekolah karena sekolah di negeri Finlandia ini gratis. Tidak hanya sekolahnya yang gratis, tetapi biaya makan siang, sarana transportasi, hingga kesehatan juga gratis. 

Satu hal lagi yang perlu dihighlight, sekolah swasta di Finlandia sudah diatur secara ketat untuk tidak memasang biaya pendidikan yang mahalnya selangit.
Untuk di Indonesia sendiri, sekolah negeri memang sudah digratiskan.Tetapi untuk biaya seperti transportasi dan makan siang masih ditanggung sendiri. Ditambah kualitas sekolah di Indonesia belum sama rata kualitasnya, sehingga anak-anak harus berjuang ekstra keras untuk bisa masuk ke sekolah unggulan. Ingin memasukkan anak ke sekolah swata? Bersiaplah untuk biaya yang mahal. 

4. Sangat Memperhatikan Kualitas Guru

Meraih gelar Master (S2) dan masuk ke dalam sepuluh besar lulusan terbaik dari universitas terbaik adalah syarat untuk menjadi guru di Finlandia. Imbalannya gaji yang tinggi tentunya dan beragam fasilitas lain yang menanti. Pemerintah Finlandia sangat menyadari bahwa kesejahteraan guru sangatlah berpengaruh bagi kesuksesan seorang anak. Sehingga Finlandia sangat memperhatikan hal ini. 

Murid-murid di sekolah pun sangat mendapat perhatian yang cukup di kelasnya karena satu guru hanya untuk 12 siswa saja. Kalau di Indonesia, satu guru bisa mengajar sampai 40an siswa kan? 

Nah, berbanding terbalik dengan Finlandia nih. Kesejahteraan guru Indonesia masih cukup memprihatinkan. Tidak semua guru mendapat gaji dan fasilitas yang layak. Semoga ke depannya pemerintah lebih sadar akan fakta ini dan lebih memperhatikan kesejahteraan guru di Indonesia. 

5. Selamat Tinggal Ujian Nasional

Nah, karena guru-guru di Finlandia memiliki standar yang tinggi, maka evaluasi pembelajaran siswa sepenuhnya berada di tangan guru mereka. Karena pemerintah Finlandia menganggap bahwa gurulah yang tahu seratus persen potensi masing-masing siswa. Hal ini sangat menguntungkan bagi semua siswa karena pada dasarnya setiap siswa memiliki bakat dan potensi yang berbeda.
Fleksibel inilah yang membuat Finlandia meraih peringkat pendidikan terbaik di dunia.
Sistem pendidikan Indonesia masih menganut pentingnya Ujian Nasional. Pemeerintah masih berpikir satu-satunya cara untuk mengukur keberhasilan seorang siswa adalah dengan UN. Padahal dari sekian banyaknya mata pelajaran yang ada dan diujikan dalam UN, hanyalah mungkin seperempatnya saja. Dan tidak semua murid memiliki potensi yang sama. 

6. Sekolah Hanya 4-5 Jam Per Hari

Siswa tingkat Sekolah Dasar di Finlandia hanya menghabiskan waktu 4-5 jam per hari di sekolah. Mereka tidak menghabiskan setengah hari di sekolah untuk belajar. Sedangkan untuk siswa SMP dan SMA, jam sekolah mereka sama seperti jam kuliahan. Sehingga mereka hanya datang pada saat jam mata pelajaran yang mereka pilih.

Dengan jam pelajaran yang pendek ini justru meningkatkan efektivitas dan produktivitas siswa semakin tinggi.

Berbeda jauh nih dengan negara kita. Siswa-siswa mulai dari tingkat SD, SMP, SMA seolah memiliki jumlah jam pelajaran yang sama. Mereka bisa belajar mulai dari jam 07.00 - 15.00. Jika dijumlahkan, jam sekolah siswa hampir sama dengan jam kerja kantor. Dengan jam sekolah yang lama justru malah membuat siswa cepat lelah dan cenderung sulit fokus.

7. Tidak Ada Sistem Ranking

Sekolah di Finlandia tidak mengenal adanya sistem ranking. Mereka ingin menganggap semua siswa sama rata, tidak ada yang dianggap pintar atau bodoh. Siswa juga tidak hanya berinteraksi dengan teman sekelasnya saja, tetapi mereka juga bertemu dengan teman-teman kelas lainnya, yaitu kelas campuran. 

Sehingga kesenjangan pendidikan di Finlandia sangatlah kecil. Dan kembali lagi, di Indonesia mendapatkan peringkat 1,2 dan 3 sangatlah prestisius. Bahkan peringkat menjadi sebuah hal yang harus dipamerkan oleh orang tua masing-masing siswa. 

Penutup

Berkaca dari fakta-fakta tadi, semoga pemerintah Indonesia bisa mempelajari dan mulai menerapkan sistem pendidikan yang lebih baik. Baik untuk siswa maupun juga gurunya.

Demikianlah 7 Fakta Menaarik tentang Sistem Pendidikan di Finlandia. Semoga dapat menambah luas wawasan kamu. Terima kasih telah berkunjung dan sampai jumpa di artikel berikutnya. 

0 Response to "7 Fakta Menarik Sistem Pendidikan di Finlandia yang Dicap Sebagai yang Terbaik di Dunia"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel