Penjelasan Terlengkap Tentang Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

Pancasila merupakan ideologi bangsa Indonesia. Pancasila bukanlah diciptakan oleh negara, melainkan digali dan diambil dari kekayaan rohani, moral, dan budaya masayarakat Indonesia. Oleh karena itu, ideologi Pancasila merupakan ideologi yang terbuka.

Pada artikel ini akan dijelaskan secaara lengkap mengenai Pancasila sebagai ideologi yang terbuka. Jadi untuk menyerap seluruh makna dari Pancasila sebagai ideologi terbuka, pastikan kamu membacanya sampai tuntas. Oke, mari kita mulai.

Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

Pancasila sebagai suatu sistem filsafat praktis bagi bangsa Indonesia diyakini sebagai ideologi terbuka. Menurut Noor Ms Bakry, ideologi terbuka adalah kesatuan prinsip pengarahan yang berkembang dialektik serta terbuka penafsiran baru untuk melihat perspektif ke masa depan dan aktual antisipatif dalam menghadapi perkembangan dengan memberikan arah dan tujuan yang ingin dicapai dalam melangsungkan hidup dan  kehidupan nasional.

Berdasarkan pengertian tentang ideologi terbuka tersebut, terdapat nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi Pancasila sebagai ideologi yang terbuka. Nilai-nilai tersebut yaitu:

1. Nilai dasar, yaitu hakikat kelima sila Pancasila yaitu ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Nilai dasar tersebut merupakan esensi dari sila-sila Pancasila yang bersifat universal, sehingga dalam nilai dasar tersebut terkandung cita-cita, tujuan, serta nilai-nilai yang baik dan benar. Nilai dasar ideologi tersebut tertuang dalam Pembukaan UUD 1945, sehingga oleh karena Pembukaan UUD 1945 memuat nilai-nilai dasar ideologi Pancasila maka Pembukaan UUD 1945 merupakan suatu norma dasar yang merupakan tertib hukum tertinggi, sebagai sumber hukum positif sehingga dalam negara memiliki kedudukan sebagai "staatsfundamentalnorm". 

Baca Juga: Penjelasan Lengkap Tentang Pengertian, Ciri-Ciri, dan Jenis Ideologi di Dunia

2. Nilai instrumental, yang merupakan arahan, kebijakan, strategi, sasaran serta lembaga pelaksanaannya. Nilai isntrumental ini merupakan eksplisitasi, penjabaran lebih lanjut dari nilai-nilai dasar ideologi Pancasila.

3. Nilai praksis, yaitu merupakan realisasi nilai-nilai instrumental dalam suatu realisasi pengamalan yang bersifat nyata, dalam kehidupan sehari-hari dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dalam realisasi praksis inilah maka penjabaran nilai-nilai Pancasila senantiasa berkembang dan selalu dapat dilakukan perubahan dan perbaikan sesuai dengan perkembangan zaman, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta aspiraasi masyarakat.

Ciri-Ciri Kekhususan Ideologi Terbuka

Pancasila sebagai ideologi terbuka bagi bangsa Indonesia memiliki ciri khususnya sendiri. Ciri-ciri khusus Pancaasila sebagai ideologi terbuka bangsa Indonesia sebagai berikut.

1. Bersifat realis

Yaitu mencerminkan kenyataan yang hidup dan berkembang dalam masyarakat di mana ideologi tersebut lahir dan dikembangkan. Ideologi terbuka mencerminkan bahwa dirinya merupakan kenyataan pola hidup masyarakat itu sendiri, yang berarti juga tercegah dari kebekuan dogmatik, serta selalu dalam konteks. Pola tatalaku bangsa Indonesia direnungkan, kemudian diangkat menjadi dasar negara, yang kemudian menjadi dasar negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia.

2. Bersifat idealis

Yaitu konsep yang terkandung di dalamnya mampu memberi harapan, optimisme, serta menggugah motivasi para pendukungnya untuk brupaya mewujudkan sesuatu apa yang telah dicita-citakan. Dalam ideologi Pancasila setiap manusia memiliki kebebasan untuk menentukan apa yang dicita-citakan sejauh tidak mengganggu kepentingan bersama.

3. Bersifat fleksibel

Yaitu dapat menyesuaikan diri dengan keadaan yang terus-menerus berkembang, dan juga sekaligus mampu memberi arah melalui tafsir-tafsir baru yang konsisten dan relevan. Ideologi Pancasila selalu menyesuaikan dengan perkembangan masyarakat dalam mencapai tujuan nasional dan memberi arah dalam pembangunan bangsa melalui tafsir baru sebagai penjabaran Pancasila dalam kehidupan secara praktis masing-masing generasi.
Baca Juga: Penjelasan Lengkap Pancasila Sebagai Ideologi Negara Indonesia
Menurut Magnis Suseno, ciri khas ideologi terbuka itu adalah bahwa nilai-nilai dan cita-citanya tidak dipaksakan dari luar, melainkan digali dan diambil dari harta kekayaan rohani, moral, dan budaya masyarakatnya sendiri. Dasarnya bukan keyakinan ideologis sekelompok orang, melainkan konsensus masyarakat. Ideologi terbuka tidak diciptakan negara, melainkan ditemukan dalam masyarakat itu sendiri. Oleh karena itu, ideologi terbuka itu milik seluruh rakyat; masyarakat dapat menemukan dirinya kembali di dalamnya.

***

Ideologi terbuka memiliki sifat-sifat yang saling bertentangan, yang satu memberikan ketegasan mengenai sifat keterbukaan, sedangkan yang lain membatasi keterbukaan. 

Keterbukaan ideologi Pancasila didukung oleh beberapa hal, antara lain:
  1. Tekad bangsa dalam memperjuangkan tercapainya tujuan nasional/tujuan proklamasi
  2. Pembangunan nasional yang teratur dan maju pesat
  3. Tekad yang kuat dalam mempertahankan nilai sila-sila Pancasila yang sifatnya abadi
  4. Hilangnya ideologi komunis/sosialis sebagai ideologi tertutup
Hal-hal yang membatasi keterbukaan ideologi Pancasila adalah sebagai berikut. 
  1. Stabilitas nasional yang baik
  2. Tetap berlakunya larangan terhadap paham komunisme di Indonesia
  3. Adanya pencegahan atas pengembangan ideologi liberal di Indonesia
  4. Pencegahan terhadap gerakan ekstrim dan paham-paham lain yang bisa menggoyahkan nilai persatuan dan kesatuan bangsa.
Ideologi Pancasila bukan merupakan doktrin belaka, karena doktrin hanya dimiliki pada ideologi yang hanya bersifat normatif dan tertutup, demikian pula ideologi Pancasila bukanlah merupakan ideologi pragmatis yang hanya menekankan segi praktis dan realistis belaka tanpa idealisme yang rasional. Maka ideologi Pancasila yang bersifat terbuka pada hakikatnya, nilai-nilai dasar sila-sila Pancasila yang bersifat tetap adapun penjabaran dan realisasinya senantiasa dieksplisitkan secara dinamis, terbuka dan senantiasa mengikuti perkembangan zaman. 

***

Keterbukaan ideologi Pancasila juga menyangkut keterbukaan dalam menerima budaya asing. Manusia pada hakikatnya selain sebagai makhluk individu juga sebagai makhluk sosial. Oleh karena itu, sebagai makhluk sosial senantiasa hidup bersama sehingga terjadilah akulturasi budaya. Oleh karena itu, Pancasila sebagai ideologi terbuka senantiasa terbuka terhadap pengaruh budaya asing, namun nilai-nilai esensial Pancasila bersifat tetap. Dengan kata lain Pancasila menerima budaya asing dengan ketentuan hakikat atau substansi Pancasila yaitu: ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan bersifat tetap.
Baca Juga: Penjelasan Lengkap Pancasila Sebagai Falsafah Budaya Bangsa Indonesia
Dalam ideologi terbuka terdapat cita-cita dan nilai-nilai yang bersifat mendasar dan tidak langsung bersifat operasional. Oleh karena itu, setiap kali harus dieksplisitkan. Eksplisitasi dilakukan dengan menghadapkannya pada berbagai masalah yang selalu silih berganti melalui refleksi yang rasional, sehingga terungkap makna operasionalnya. Dengan demikian jelaslah bahwa penjabaran ideologi dilaksanakan melalui interpretasi dan reinterpretasi yang kritis. Disitulah dapat ditunjukkan kekuatan ideologi terbuka, hal yang tidak didapatkan dalam ideologi tertutup, karena memiliki sifat yang dinamis dan tidak akan membeku. Sebaliknya ideologi tertutup mematikan cita-cita atau nilai-nilai dasar dan hanya mampu menunjukkannya sebagai fosil-fosil yang mati. 

Cukup jelas bahwa ideologi Pancasila bukan sebuah ideologi yang tertutup, melainkan ideologi yang sangat terbuka. Jika Pancasila merupakan ideologi terbuka, maka ada ideologi lain yang bersifat tertutup. Suatu ideologi tertutup dapat dilihat dari beberapa ciri khas. Ideologi itu bukan cita-cita yang sudah hidup dalam masyarakat, melainkan merupakan cita-cita satu kelmpok orang yang mendasari suatu program untuk mengubah dan membaharui masyarakat. Dengan demikian adalah menjadi ciri ideologi tertutup bahwa atas nama ideologi dibenarkan pengorbanan-pengorabanan yang dibebankan kepada masyarakat. Demi ideologi masyarakat harus berkorban, dan kesediaan itu untuk menilai kepercayaan ideologi para warga masyarakat serta kesetiaannya masing-masing sebagai warga masyarakat. Sesuatu yang berlaku bagi ideologi tertutup, tidak berlaku bagi ideologi terbuka.

Kegagalan suatu bangsa dalam mengembangkan pemikiran tentang ideologi secara bermakna dari waktu ke waktu dapat berakibat fatal terhadap ideologi tersebut. Ia dapat kehilangan atau mengalami krisis kredibilitas yang hebat, terutama terhadap generasi baru dan generasi muda bangsa itu yang hidup dalam suasana dan situasi baru. Bilamana sampai begitu keadaannya, ideologi itu akan terasa sebagai sesuatu yang dipaksakan dan oleh karena itu menjadi otoriter atau totaliter sifatnya, meskipun pada dasarnya atau formalnya ideologi itu adalah terbuka dan demokratis. Lebih berbahaya lagi apabila mereka yang berkuasa hanya memanfaatkan ideologi tersebut untuk keperluan legitimasi kekuasaannya, sedangkan sikap dan tingkah laku politik mungkin sama sekali bertentangan dengan nilai-nilai dasar yang terkandung di dalam ideologi itu.

Penutup

Itulah pembahasan mengenai Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka bagi Bangsa Indonesia. Semoga bisa menambah luas wawasan kalian terkait ideologi negara ini. Terima kasih sudah berkunjung dan sampai jumpa di artikel selanjutnya. 

0 Response to "Penjelasan Terlengkap Tentang Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel