Ibu : Orang Terpenting dalam Hidup

Tulisan untuk Ibu


Raut wajahnya tak sebanding dengan umurnya.
Terlalu tua untuk usia 40 tahun.
Mungkin karena setiap hari dia menahan lelah.
Tubuhnya kecil.
Tapi dia gesit.
Tubuhnya juga pendek.
Tapi citanya tinggi.

Tiap hari dia harus bangun jam 3 pagi.
Seperti sudah diatur, dia secara otomatis bangun di jam tersebut.
Itu membuatku percaya.
Hal yang dilakukan berulang-ulang akan membentuk kebiasaan.
Bangun pagi, menyiapkan makanan untuk kami, dan bersiap pergi ke pasar.
Pergi ke pasar untuk memasok dagangan.
Dia seorang pedagang keliling.

Berangkat ke pasar jam 4 subuh di kala kebanyakan orang masih tertidur.
Sampai dia pernah dibilang seperti kampret.
Entah pujian, atau celaan. 
Dia tak hiraukan itu.
Yang penting, kelak anaknya sukses.

Setelah dari pasar, dia berkeliling untuk menjajakan dagangannya.
Hujan badai, panas terik, tak mampu menghalanginya untuk berkeliling. 
Baginya, pantang pulang sebelum dagangannya ludes. 
Semangatnya begitu membara.

Ya, dia tulang punggung keluarga.
Tak sepantasnya memang, mengingat masih ada pihak yang bertanggung jawab untuk itu.
Tak apa, hidup ini sudah Tuhan atur.
Tuhan juga baik.
Tuhan balas kerja keras dia.
Semua anaknya lulus kuliah.
Yang satu sudah bekerja, yang satu tinggal menunggu penempatan kerja.

Ya, dia ibuku.
Ibu terhebat di dunia, versiku.
Orang terpenting dalam hidupku.
Orang yang paling aku sayangi, meski aku jarang mengungkapkannya secara langsung.
Ibu hebat!
Aku bangga, Bu!

***

Hari ini memang bukan hari ibu. Tapi entah kenapa saya pengin sekali buat tulisan buat ibu saya. Mungkin karena kerja keras yang telah dia berikan untuk saya dan keluarga saya.

Saya memang bukan orang yang suka mengungkapkan perasaan secara langsung kepada ibu saya. Mungkin itu juga alasan saya membuat tulisan ini.

Bersyukur sekali ibu saya masih hidup. Masih bisa bertemu. Masih bisa melihat wajahnya. Masih bisa mendengar suaranya. 

Aku juga bukan orang yang patuh. Malahan aku sering membantah ibu. Tapi bagaimanapun aku sayang, Bu.
***
Buat teman-teman.

Ayo kita sayangi ibu kita selagi ada. Berikan yang terbaik untuk ibu kalian.

Buat yang masih sekolah, jangan males belajar. Buat prestasi sebagus mungkin, biar ibu kalian bangga. Buat yang sudah bekerja. Jangan malas bekerja. Ibu kalian sudah susah payah membesarkan kalian dan membantu kalian untuk mendapatkan pekerjaan yang terbaik.

Yang punya masalah sama ibu, jangan biarkan masalah itu terus tumbuh. Ibu kalian pengin akur sama kalian. Dia rindu untuk menyayangi kalian.

Bagaimanapun keadaannya, dia adalah ibu kalian. Seorang yang paling hebat di bumi ini. Percayalah itu.

Mari kita semua katakan, "Aku Sayang Ibu".

0 Response to "Ibu : Orang Terpenting dalam Hidup"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel