9 Cara Belajar Efektif Ini Bikin Prestasimu Semakin Impresif!

12 Cara Belajar Efektif Ini Bikin Prestasimu Semakin Impresif!


Cara belajar efektif - Tak bisa dipungkiri kalau belajar itu tidak mengenal usia. Sampai kapanpun kita akan selalu belajar. Memang secara umum kegiatan ini identik dengan para murid, guru, dan sekolah. Namun, dengan berkembangnya IPTEK kegiatan belajar dapat dilakukan kapanpun dan di manapun.

Sedikit berbagi, saya sebenarnya orang yang malas untuk belajar. Apa masalahnya ? Karena saya belum tahu cara belajar seperti apa yang bisa membuat saya nyaman. Di sisi lain, saya juga pengin kalau apa yang saya pelajari benar-benar saya pahami dengan baik dan begitu melekat di otak saya.

Sampai akhirnya saya menemukan cara belajar saya yang efektif. Dengan cara belajar ini saya selalu mampu menempati peringkat 3 besar ketika saya masih berada di bangku sekolah.

Dengan cara belajar ini juga, akhirnya saya mampu menembus perguruan tinggi yang saya idam-idamkan yaitu PKN STAN.

Nah, daripada penasaran cara apa yang telah saya pakai, maka silakan di simak 9 Cara Belajar Efektif ini.

1. Bangun Niat yang Kuat.

Niat itu bagaikan pondasi sebuah rumah. Rumah tanpa pondasi pasti mudah runtuh. Sama halnya ketika kita belajar, bangunlah niat yang tulus dari hati untuk belajar. Dengan demikian maka belajar kita tidak mudah terganggu dari hal lain yang membuyarkan fokus belajar kita. 

Bayangkan, baru belajar 10 menit. Tiba-tiba si doi nge-chat. Fokus belajar hilang deh, malahan jadi asik chat sama si doi. Kalau udah gitu kan sia-sia belajarnya. 

Nah, dengan membangun niat yang kuat untuk belajar niscaya mampu membuat kita lebih fokus dan kita mampu untuk mengatasi gangguan-gangguan yang dapat menghambat kita ketika belajar. 

"Niat yang kuat adalah modal utama belajar efektif"

2. Tentukan Target Belajar.

Apapun yang kita kerjakan harus punya target, punya tujuan, punya arah yang jelas. Dengan adanya target, usaha kita akan semakin efektif dan efisien. 

Dalam belajar juga demikian. Kita harus punya target belajar kita. Kita akan belajar dengan efektif, juga dapat menjaga semangat belajar kita. 

Buatlah target terhadap setiap apa yang akan kita pelajari. Misalnya, untuk minggu ini saya harus pelajari mata pelajaran fisika sampai bab sekian. Kemudian minggu depan saya ulang lagi dari awal. Begitu juga seterusnya. Sehingga, saatnya ujian nanti kita tidak perlu kerja keras, tidak perlu belajar wayangan. 
Itulah kenapa target belajar itu penting menurut saya. Selain belajar menjadi efektif dan semangat, target juga secara tidak langsung akan memaksa kita untuk belajar dan belajar. 

Tapi meskipun sudah buat target, kita juga harus menyikapi target itu dengan baik. Harus melakukannya sungguh-sungguh. 

Nggak ada bedanya dong, belajar pakai target atau enggak, kalau kitanya aja tetap males belajar dan tidak menghargai target yang telah kita buat. 

Ya, kalo udah gini, balik lagi ke poin satu, yaitu niat. Kalo udah niatnya kuat, target belajar yang kita buat pasti akan tercapai.

3. Lakukan Secara Rutin.

Ada pepatah bilang, "sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit". Memang pepatah itu menurut saya benar adanya, dan saya rasa kamu juga berpikir demikian. 

Dalam perkara apapun, jika kita mau berusaha, meskipun itu dimulai dari usaha yang kecil, apabila rutin kita lakukan maka akan menghasilkan hal yang besar. Saya sangat percaya itu.

Belajar juga harus demikian. 

Mungkin selama ini kalian juga sudah pernah dengar istilah "belajar wayangan". 
Yaitu belajar semalam suntuk untuk mengejar materi yang akan diujikan esok harinya. Meskipun metode ini kurang tepat, tapi banyak juga siswa yang melakukannya. Termasuk saya. 

Semasa saya SD, SMP, dan SMK, saya pakai metode wayangan. Meskipun saya juga kadang-kadang nyicil materi jauh-jauh hari sebelum ujian. Tapi kurasa di masa itu, metode wayangan lah yang paling efektif. 

Lambat laun, setelah masuk kuliah, metode belajarku berubah. Mungkin saat itu karena aku takut di-DO kalau IP-nya kurang dari 2,75. 
Saya yang dulunya belajar wayangan, berubah. Setiap hari saya belajar, kecuali sedang benar-benar malas dan butuh istirahat. 
Dan boleh jujur, saya lebih menikmati hasil dari belajarku yang rutin dibanding dengan wayangan. Lebih maksimal hasilnya. 

Jadi, usahakan belajar itu rutin. Meskipun itu hanya 5 menit sekalipun, usahakan tetap belajar. Kembali lagi, semua dimulai dari hal kecil. Misal, awalnya belajar 5 menit apabila dilakukan terus menerus, saya yakin kita akan menjadi betah untuk belajar lama-lama. 

Belajar rutin juga memiliki banyak keuntungan. Misalnya, kita tidak perlu takut apabila ada ulangan/ujian mendadak. Kita tidak perlu belajar sampai subuh untuk menghadapi ujian. Hasil ujian juga akan lebih maksimal. Dan masih banyak keuntungan lainnya. 

So, jadikan belajar sebagai rutinitas ya...

4. Tunggu Saat Yang Paling Tepat.

Belajar efektif itu butuh waktu yang tepat. Waktu yang tepat tidak melulu di malam hari. Bisa pagi, siang, maupun sore hari.

Waktu yang tepat yang dimaksud adalah waktu di mana kita benar-benar siap untuk belajar, fisik dan pikiran kita siap untuk mencerna semua materi yang akan dipelajari. Dengan waktu tersebut bisa dipastikan belajar kita akan efektif.

Jangan belajar ketika sedang menghadapi masalah. Jangan belajar kalau lagi ribut sama pacar. Jangan belajar kalau lagi nggak mood. Jangan belajar kalau sedang sakit (kalau ringan doang sih gapapa, menurut saya). Jangan. Itu berat. Hehehe

Maksudnya bukan untuk mencegah kalian belajar, tapi belajar itu butuh pikiran dan hati yang tenang.

Baca Juga: 5 Cara Ampuh Mengatasi Rasa Malas

Bayangkan kalau kita sedang belajar tapi masih keinget doi marah gara-gara es krimnya nggak sengaja ditumpahin saat nge-date? Bayangkan kalau kita sedang belajar tapi pantat sakit gara-gara jatuh dari pohon jambu milik tetangga? Pasti susah untuk menerima dan menerima materi yang dipelajari.

Jadi pastikan waktu buat belajar itu adalah waktu yang tepat. Niscaya, belajar akan semakin efektif dan efisien.

5. Pilih Metode Belajar yang Cocok.

Setiap orang pasti punya cara belajarnya masing-masing. Ada yang lebih kuat dalam visualnya, atau audionya, atau audio-visualnya.

Seorang yang kuat dengan visual biasanya suka belajar dengan menggunakan gambar-gambar. Terasa lebih mudah memahami suatu materi dengan menggunakan sebuah gambar. Orang yang kuat dalam audio akan lebih mudah memahami materi yang disampaikan dalam bentuk suara. Bukan bacaan. Kalau orang audio-visual kuat dapat belajar dengan baik melalui gambar maupun suara.

Di manakah posisi kalian? Sesuaikan sesuai dengan tipe kalian masing-masing.

Selain tiga tipe itu, ada juga tipe yang lain. Banyak orang yang akan lebih mudah memahami materi dengan belajar kelompok, banyak juga orang yang akan lebih mudah memahami materi dengan belajar sendiri. Pokoknya sesuaikan dengan tipe diri kita masing-masing.

Jangan paksakan, kalau lebih nyaman belajar sendiri ya lakukan itu. Sesekali bolehlah belajar kelompok untuk menambah wawasan dan pengetahuan.

Intinya buat belajar itu senyaman mungkin, lakukan sesuai dengan tipe belajar kita. Lakukan sesuai dengan metode yang kita minati dan sukai. Pasti belajar akan menjadi lebih efektif.

6. Jangan Dihafal, Pahami!

Kamu tim hafalan atau tim pemaham? Hehehe.
Bagi saya pribadi tidak masalah mau kamu tim hafalan atau tim pemaham. Semuanya baik. Semuanya memiliki kelebihan masing-masing. 

Seorang penghafal akan lebih mudah untuk menjawab soal-soal essai dengan baik dan pasti. Namun, seorang penghafal akan lebih terkuras memori otaknya, penuh dengan kata-kata yang harus dihafal.
Seorang pemaham mungkin akan lebih susah untuk menjawab soal essai, karena harus memilih kata-kata yang tepat untuk menjawab sesuai dengan pemahamannya. Namun, pemahaman dia akan suatu materi akan bertahan lama, karena dia paham dan mengerti konsep dari materi yang dia pahami. Terlepas dari kalian setuju atau tidak akan hal tersebut, itulah pendapat saya. 
Belajar akan efektif jika kita bisa menempatkan posisi hafalan dan pemahaman dengan baik. Maksudnya begini. Saat ujian masih 3 bulan lagi misalnya, di waktu kita belajar untuk menyicil materi ujian. Di saat itu kita tidak butuh menghafal, tapi butuh untuk paham. Tapi lain halnya ketika H-1 menjelang ujian. Di saat itu kita butuh hafal. Tak usah khawatir nanti akan blank ketika ujian, toh kalian juga udah paham kan. 

Itulah belajar yang efektif menurut saya. Jadi, kita butuh untuk paham juga butuh untuk menghafal. Tidak bisa mengesampingkan satu sama lain. Namun, ada porsinya. Menurut saya porsi yang baik itu, 65% paham, dan 35% hafal.

7. Pemetaan Pikiran (Mindmap)

Metode mindmap atau pemetaan pikiran ini dipopulerkan oleh Tony Buzan, seorang ahli pengembangan potensi manusia dari Inggris pada tahun 1974. Hingga sekarang, metode ini masih banyak digunakan oleh para pelajar untuk membantu kegiatan belajarnya. 

Pemetaan pikiran adalah suatu metode untuk memaksimalkan potensi pikiran manusia menggunakan otak kanan dan otak kirinya secara simultan. Pemetaan pikiran juga dapat dikategorikan sebagai teknik mencatat kreatif. 

Metode ini memiliki beberapa keuntungan, diantaranya membantu kemampuan otaj untuk berkonsentrasi, membuat belajar tidak membosankan, materi yang dipelajari lebih jelas, meningkatkan daya ingat menjadi jangka panjang, dan membuat sambungan ide-ide yang mudah dilihat.

8. Selalu Lakukan Evaluasi.

Belajar itu sifatnya progresif. Artinya setiap kali kita belajar, harus ada pengetahuan dsn pemahaman baru yang harus didapatkan. Kalau tidak ada pengetahuan baru, maka ada yang salah dengan belajar kita. 

Setelah membaca beberapa halaman, beberapa bab, ataupun beberapa buku, harus ada penambahan pengetahuan. Untuk dapat tahu segimana bertambahnya pengetahuan kita setelah belajar, lakukanlah evaluasi.

Baca Juga: 6 Manfaat Menulis Ini Bakalan Bikin Kamu Pengin Jadi Penulis

Lakukan evaluasi setelah belajar. Wajib hukumnya. Hehehe.

Tutup buku/materi yang telah kita pelajari, lalu mulailah dengan mengingat apa yang pertama dipelajari sampai selesai. Dengan begitu kita tahu kekurangan belajar kita. Materi apa yang belum benar-benar dikuasai. Bagian mana yang butuh diperdalam lagi. 

Dengan evaluasi ini maka belajar akan menjadi lebih efektif dan mantul (mantap betul).

9. Berdoa.

Orang bijak bilang, " usaha tanpa doa itu sombong, doa tanpa usaha itu konyol". Ya, itu benar. Doa sangatlah penting dalam segala hal. Sekuat apapun kita, sehebat apapun usaha yang telah kita lakukan, kalau Tuhan tidak mengizinkan maka tidak akan terwujud.

Berdoalah setiap kali memulai dan mengakhiri belajar. Dengan demikian, Tuhan akan 'merestui' usaha belajar kita. Selain itu dengan berdoa sebelum memulai dan mengakhiri belajar juga akan membuat hati dan pikiran tenang. 

Jangan sesekali meremehkan kekuatan doa. Doa mampu mengubah segalanya. Percayalah...

Penutup

Itulah ulasan Rujend tentang cara belajar yang efektif. Semoga dapat membantu kita semua dalam belajar, sehingga prestasi kita semakin impresif. Terima kasih telah berkunjung. Jangan bosan-bosan ya mampir di Rujend. Hehehe.

Sampai jumpa di artikel selanjutnya...

0 Response to "9 Cara Belajar Efektif Ini Bikin Prestasimu Semakin Impresif!"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel