Wawasan Nusantara - Pengertian, Landasan, Asas, Unsur, Fungsi dan Implementasi Wanus

Kesempatan kali ini, RUJEND akan memberikan informasi mengenai konsep Wawasan Nusantara atau biasa disebut Wanus. Anda pasti sering mendengar istilah ini waktu sekolah. Konsepsi Wawasan Nusantara yang akan dibagikan meliputi pengertian, landasan, unsur, hakikat, asas, arah pandang, kedudukan, fungsi, tujuan, dan juga implementasi Wawasan Nusantara di Indonesia.

Okee...langsung saja simak penjelasan lengkapnya berikut.


Penjelasan lengkap tentang Wawasan Nusantara (Wanus)

A. Pengertian Wawasan Nusantara

Pengertian Wawasan Nusantara pertama kali dimuat dalam Tap MPR No. IV/MPR/1973 tentang GBHN (Bab II huruf E). Wanus ini selalu dimuat dalam Tap MPR berikutnya. Meski selalu dilakukan penyempurnaan, namun pada dasarnya Wanus adalah wawasan persatuan dan kesatuan dalam kebinekaan; wawasan untuk mewujudkan persatuan bangsa, kesatuan wilayah, namun tetap menghargai kebinekaan dalam kehidupan bangsa Indonesia.

1) Rumusan Wawasan Nusantara berdasarkan Tap MPR No. II/MPR/1993 dan No. II/MPR/1998

Wawasan Nusantara merupakan wawasan nasional yang bersumber pada Pancasila dan UUD 1945, yaitu cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenal diri dan lingkungannya dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

2) Rumusan Wawasan Nusantara menurut Prof. Dr. Wan Usman (Ketua Program S-2 PKN UI)

Wawasan Nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan tanah airnya sebagai negara kepulauan dengan semua aspek kehidupan yang beragam.

3) Rumusan Wawasan Nusantara menurut Lemhannas 

Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai dirinya yang serba beragam dan lingkungannya yang bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah namun tetap menghargai dan menghormati kebinekaan dalam setiap kehidupan nasional untuk mencapai tujuan sosial.
Meskipun sekarang GBHN sudah dihapuskan, bukan berarti konsep Wanus juga ikut hilang. Konsep ini tertuang dalam pasal 25A UUD 1945 yang berbunyi: "NKRI adalah sebuah negara kepulauan yang berciri nusantara dengan wilayah yang batas-batas dan hak-haknya ditetapkan dengan undang-undang. 

Baca Juga: Presiden RI dari Awal Hingga Saat Ini

Undang-undang yang mengatur konsep Wawasan Nusantara ialah UU No 6 Tahun 1996 tentang perairan Indonesia.

B. Landasan Wawasan Nusantara

Landasan Wawasan Nusantara terbagi menjadi dua, yaitu:

1) Landasan Idiil : Pancasila

Pancasila diakui sebagai ideologi dan dasar negara, merupakan hukum yang mengikat antara pemerintah dan rakyatnya.

Pengejawantahan Pancasila diaktualisasikan dengan memanfaatkan konstelasi dan posisi geografis serta segala isi dan potensi wilayah Indonesia, untuk mempertahankan identitas serta kelangsungan hidupnya untuk mewujudkan cita-cita nasional. Namun, kondisi lingkungan sekarang selalu berubah. Oleh karena itu, diperlukan cara pandang Wawasan Nusantara.

Pancasila dijadikan landasan idiil dari Wawasan Nusantara.

2) Landasan Konstitusional : UUD 1945

UUD 1945 dijadikan pedoman berbangsa dan bernegara, yaitu : Negara Indonesia adalah negra kesatuan berbentuk republik yang berkedaulatan rakyat. Pemanfaatan bumi, air, dan dirgantara serta kekayaan alam yang terkantung di dalamnya dikuasai oleh negara dan digunakan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.

C. Unsur Dasar Konsepsi Wawasan Nusantara

Unsur-unsur Wawasan Nusantara terbagi menjadi tiga, yaitu wadah, isi, dan tata laku. Penjelasan mengenai ketiga unsurnya sebagai berikut.

1) Wadah (Contour)

Wadah meliputi seluruh wilayah Indonesia yang bersifat serba nusantara, dengan kekayaan alam, penduduk, dan aneka ragam budaya dalam NKRI.

Juga organisasi kenegaraan yang merupakan wadah kegiatan kenegaraan dalam wujud suprastruktur politik, serta wadah dalam kehidupan bermasyarakat dalam wujud infrastruktur politik.

2) Isi (Content)

Merupakan aspirsi, cita-cita, dan tujuan nasional seperti yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945. Terdapat dua hal, yaitu :

  • Realisasi aspirasi bangsa sebagai kesepakatan bersama serta pencapaian cita-cita dan tujuan nasional.
  • Persatuan dan kesatuan dalam kebinekaan yang meliputi segenap aspek kehidupan nasional

3) Tata Laku (Conduct)

Merupakan hasil interaksi antara wadah dan isi. Terdiri atas tata laku batiniah dan tata laku lahiriah.

Tata laku lahiriah mencerminkan jiwa, semangat, dan mentalitas yang baik dari bangsa Indonesia.
Tata laku batiniah mencerminkan tindakan, perbuatan dan perilaku bangsa Indonesia. 

  • Keduanya itu mencerminkan identitas, jati diri, atau kepribadian bangsa Indonesia yang berdasarkan kekeluargaan, kebersamaan dengan rasa cinta dan bangga terhadap baangsa dan tanah air, yang menimbulkan nasionalisme yang tinggi.


Kepulauan Indonesia

D. Hakikat, Asas, dan Arah Pandang Wawasan Nusantara


1) Hakikat Wawasan Nusantara

Hakikat Wawasan Nusantara ialah keutuhan nusantara dalam pengertian cara pandang yang selalu utuh menyeluruh dalam lingkup nusantara demi kepentingan nasional, tanpa menghilangkan kepentingan lain.

2) Asas Wawasan Nusantara

Merupakan ketentuan-ketentuan dasar yang harus dipatuhi, dipelihara dan diciptakan demi tetap dan setianya komponen pembentuk bangsa terhadap kesepakatan bersama.
Asas-asas Wawasan Nusantara adalah sebagai berikut:

a. Kepentingan yang sama
    
    Pada waktu merebut dan mempertahankan kemerdekaan, bangsa Indonesia menghadapi penjajahan secara fisik. Sekarang penjajahan bukan penyerang fisik lagi, tetapi dalam bentuk tekanan, paksaan dengan dalih HAM, demokrasi, dan lingkungan hidup.

b. Tujuan yang sama    
    Yaitu tercapainya kesejahteraan dan keamanan yang lebih baik.

c. Keadilan
    Kesesuaian pembagian hasil andil, jerih payah, usaha, dan kegiatan baik perseorangan, golongan dan daerah.

d. Kejujuran
    Keberanian berpikir, berkata, bertindak sesuai dengan realita serta ketentuan yang benar.

e. Solidaritas
    Rasa setia kawan tanpa meninggalkan ciri budaya masing-masing.

f. Kerja sama
    Adanya koordinasi, saling pengertian didasarkan atas kesetaraan sehingga terwujud kerja sama.

g. Kesetiaan terhadap kesepakatan bersama
    Dengan latar belakang budaya, sejarah, kondisi dan konstelasi geografi, serta pandangan lingkungan strategis, arah pandang Wawasan Nusantara meliputi arah pandang ke dalam yang bertujuan untuk menjamin perwujudan dan persatuan dalam segala aspek kehidupan nasional, yaitu aspek sosial dan juga arah pandang ke luar yang bertujuan agar terjaminnya kepentingan nasional dalam dunia yang serba berubah, serta ikut melaksanakan ketertiban dunia, kerja sama dan saling menghormati.

E. Kedudukan, Fungsi, dan Tujuan Wawasan Nusantara


1) Kedudukan Wawasan Nusantara

a. Wawasan Nusantara merupakan ajaran yang diyakini kebenarannya, dengan tujuan agar tidak terjadi penyesatan dalam mencapai cita-cita dan tujuan nasional.

b. Wawasan Nusantara dalam paradigma nasional dapat dilihat dari stratifikasinya sebagai berikut:
    
  • Pancasila berkedudukan sebagai landasan idiil.
  • UUD 1945 berkedudukan sebagai landasan konstitusional.
  • Wawasan Nusantara berkedudukan sebagai landasan visional.
  • Ketahanan nasional, berkedudukan sebagai landasan konsepsional.
  • GBHN, sekarang Rencana Pembangunan Jangka menengah Nasional)

2) Fungsi Wawasan Nusantara

Pengertian Wawasan Nusantara berfungsi sebagai pedoman, motivasi, serta rambu-rambu dalam menentukan kebijaksanaan, keputusan, dan tindakan bagi penyelenggara negara dan masyarakat.

3) Tujuan Wawasan Nusantara

Wawasan nusantara bertujuan untuk mewujudan nasionalisme, lebih mengutamakan kepentingan nasional, namun tidak menghilangkan kepentingan individu, kelompok, suku, ataupun daerah.

F. Implementasi Wawasan Nusantara

Implementasi Wawasan Nusantara harus tercemin pada pola pikir, pola sikap, dan pola tindak yang berorientasi pada kepentingan rakyat dan wilayah tanah air secara utuh dan menyeluruh.

Implementasi Wawasan Nusantara pada era sekarang ini yaitu dalam hal:

1. Politik, untuk menciptakan iklim penyelenggaraan negara yang sehat dan dinamis

2. Ekonomi, untuk menciptakan tata ekonomi yang benar-benar menjamin pemenuhan dan peningkatan kesejahteraan secara merata dan adil.

3. Sosial budaya, untuk menciptakan sikap batiniah dan lahiriah yang mengakui dan menghormati kebinekaan

4. Pertahanan dan keamanan, untuk menumbuhkembangkan kesadaran cinta tanah air sehingga terbentuknya sikap bela negara untuk menghadapi segala macam ancaman.

Penutup

Demikianlah penjelasan RUJEND mengenai konsep Wawasan Nusantara. Kiranya bermanfaat bagi Anda. 

Jangan lupa untuk LIKE DAN SUBSCRIBE agar tidak ketinggalan info terbaru dan menarik dari kami. 

Jangan sungkan untuk share artikel ini jika memang bermanfaat. Jika ada pertanyaan silakan hubungi contact kami atau tinggalkan di kolom komentar. 

Terima kasih telah berkunjung dan sampai jumpa di postingan selanjutnya.... 

0 Response to "Wawasan Nusantara - Pengertian, Landasan, Asas, Unsur, Fungsi dan Implementasi Wanus"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel