Pengertian HAM, Macam-Macam HAM, Perkembangan HAM, dan Contoh Kasus Pelanggaran HAM di Indonesia

Pada dasarnya setiap manusia sudah memiliki hak sejak lahir, bahkan saat seorang bayi masih berada di dalam kandungan juga sudah memiliki hak.

Hak dalam KBBI memiliki pengertiam tentang sesuatu hal yang benar, milik, kepunyaan, kewenangan, kekuasaan untuk berbuat sesuatu, kekuasaan yang benar atas sesuatu atau untuk menuntut sesuatu, derajata atau martabat. Selanjutnya hak-hak ini dikenal dengan sebutan Hak Asasi Manusia atau HAM.

Pengertian Hak Asasi Manusia

Konsepsi Hak Asasi Manusia


Pengertian Hak Asasi Manusia

Pada dasarnya prinsip dari pengertian HAM itu sendiri telah dijelaskan di awal, yaitu hak dasar yang melekat pada diri manusia sejak lahir atau bahkan masih dalam kandungan. Akan tetapi, di sini akan dijelaskan lebih jauh mengenai pengertian HAM itu sendiri menurut UU dan pemikiran para ahli sebagai berikut:

1. Menurut Pasal 1 UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM dan UU Nomor 26 Tahun 2000 tentang pengadilan HAM, HAM adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Kuasa dan merupakan anugerahNya sejak lahir, yang wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia.

2. Menurut Declaration of Human Rights, HAM merupakan pengakuan akan martabat yang terpadu dalam diri setiap orang akan hak-hak yang sama dan tak teralihkan dari semua orang anggota keluarga manusia ialah dasar dari kebebasan, keadilan, dan perdamaian dunia.

3. Menurut John Locke, HAM merupakan jak yang telah diberikan secara langsung oleh Tuhan sebagai sesuatu yang memiliki sifat secara kodrati, yang berarti bahwa hak yang dipunyai manusia menurut kodratnya tidak bisa dipisahkan dari apa yang menjadi hakikatnya, karena hak asasi manusia bersifat suci.

Baca Juga: Istilah-Istilah di Bidang Kepabeanan

4. Menurut C de Rover, HAM adalah hak hukum yang dimiliki setiap orang sebagai manusia dimana hak tersebut bersifat universal dan dimiliki oleh setiap orang, kaya maupun miskin, laki ataupun perempuan dan sebagainya. Hak-hak ini takan pernah dihapuskan, namun mungkin saja dilanggar. HAM adalah hak hukum berarti bahwa hak-hak tersebut merupakan hukum. HAM dilindungi oleh konstitusi dan hukum.

5. Menurut David Beetham dan Kevin Boyle, HAM dan segala kebebasan yang bersifat fundamental adalah setiap hak-hak yang individual yang memiliki asal dari segala kebutuhan dan segala kapasitas manusia.

6. Menurut Austin-Ranney, HAM merupakan ruang kebebasan individu yang dirumuskan secara jelas dalam konstitusi dan dijamin pelaksanaannya oleh pemerintah.

7. Menurut Franz Magnis Suseno, HAM adalah hak-hak yang dimiliki manusia bukan karena hukum positif yang berlaku, melainkan berdasarkan martabatnya sebagai manusia. Manusia memiliki HAM karena hakikatnya dia adalah manusia.

8. Menurut Miriam Budiarjo, HAM sebagai hak yang dimiliki manusia yang telah diperoleh dan dibawanya bersamaan dengan kelahiraan atau kehadirannya dalam masyarakat.

9. Menurut Mahfud MD, HAM adalah sesuatu yang telah melekat pada martabat dari setiap yang mana hak itu akan dibawa sejak dia lahir ke dunia sehingga pada hakikatnya hak tersebut bersifat kodrati.

10. Menurut Prof. Koentjoro Poerbopranoto, HAM adalah suatu hak yang bersifat fundamental atau mendasar atau asasi yang dimiliki oleh setiap manusia mengacu pada kodratnya yang sangat mendasar dan tidak akan dapat dipisahkan karena itu bersifat suci dan ilahi.

Macam-Macam Hak Asasi Manusia


1. Hak asasi pribadi (personal rights)

Hak asasi pribadi adalah hak yang meliputi kebebasan menyatakan pendapat, kebebasan memeluk agama, bergerak, kebebasan untuk aktif di setiap organisasi, perkumpulan dan, hak hidup, hak untuk tumbuh berkembang, hak untuk tidak dipaksa dan disiksa, dan sebagainya.

2. Hak asasi ekonomi (property rights)

Adalah hak yang berhubungan dengan kegiatan-kegiatan perekonomian. Sebagai contohnya adalah hak melakukan jual beli, hak sewa-menyewa, hak untuk memiliki sesuatu (tanah,rumah,mobil, dll), hak untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dan sebagainya.

3. Hak asasi politik (political rights)         

Adalah hak asasi manusia yang berhubungan dengan kehidupan politik, hak ikut dalam pemerintahan, hak untuk memilih dan dipilih.

Sebagai contoh hak asasi politik ini adalah hak untuk memilih dan dipilih dalam suatu pemilihan ketua kelas, hak untuk ikut serta dalam kegiatan pemerintahan baik itu dari tingkat RT sampai dengan pemerintah pusat, hak untuk mendirikan parpol dan organisasi lainnya, hak diangkat dalam jabatan pemerintahan.

4. Hak asasi hukum (legal equality rights)         

Yaitu hak untuk mendapatkan kedudukan yang sama di depan hukum dan pemerintahan, yaitu hak yang berkaitan dengan kehidupan hukum dan pemerintahan..

Contoh dari hak ini adalah semua orang dapat menjadi PNS, tidak dibeda-bedakan dalam pengadilan, tidak mendapatkan diskriminasi dari putusan pengadilan, mendapatkan perlindungan hukum, hak mendapatkan pembelaan di depan hukum, hak memakai advokad untuk membantu perkara hukum, dan sebagainya.   

5. Hak asasi sosial budaya (social culture rights)

Hak ini sangat berhubundan dengan hak dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Sebagai contoh adalah hak untuk mengembangkan budaya sesuai bakat dan minat masing-masing, hak untuk mengembangkan hobi, hak untuk belajar dan mendapatkan pengajaran, dan sebagainya.

Selain macam-macam hak di atas, sebenarnya HAM sendiri telah diatur secara khusus pada UUD 1945 yaitu pada pasal 28A-J yang dapat diringkas sebagai berikut:
  • Pasal 28A mengatur HAM mengenai hak untuk hidup.
  • Pasal 28B mengatur HAM mengenai hak berkeluarga.
  • Pasal 28C mengatur HAM mengenai hak untuk memperoleh pendidikan.
  • Pasal 28D mengatur HAM mengenai kepastian hukum.
  • Pasal 28E mengatur HAM mengenai kebebasan dalam beragama.
  • Pasal 28F mengatur HAM mengenai hak untuk berkomunikasi.
  • Pasal 28G mengatur HAM mengenai perlindungan diri dan bebas dari penyiksaan.
  • Pasal 28H mengatur HAM mengenai kesejahteraan, jaminan sosial dan hak milik pribadi.
  • Pasal 28I mengatur HAM mengenai hak-hak dasar bagi manusia.
  • Pasal 28J mengatur HAM mengenai kewajiban menghormati HAM.

Perkembangan Hak Asasi Manusia

HAM diakui secara universal oleh seluruh negara di dunia ini bukanlah hal yang muncul secara tiba-tiba. Dalam perkembangannya, HAM memiliki proses yang panjang, mulai dari Magna Charta sampai dengan deklarasi PBB di Wina tahun 1993. Penjelasannya sebagai berikut.


1. Magna Charta (1215) 

Yaitu piagam perjanjian antara Raja John dari Inggris dengan para bangsawan kala itu. Isinya adalah pemberian jaminan beberapa hak oleh raja kepada para bangsawan beserta keturunannya, seperti hak untuk tidak dipenjarakan tanpa adanya pemeriksaan pengadilan.

Jaminan itu diberikan sebagai balasan atas bantuan biaya pemerintahan yang telah diberikan oleh para bangsawan. Sejak saat itu, jaminan hak tersebut berkembang dan menjadi bagian dari sistem konstitusional Inggris.

2. Hobeas Corpus (1679)

Yaitu undang-undang yang mengatur tentang penahanan seseorang yang dibuat pada tahun 1679. Isinya adalah:

   a. Seseorang yang ditahan segera diperiksa dalam waktu 2 hari setelah penahanan.
   b. Alasan penahanan seseorang harus disertai bukti yang sah menurut hukum.

3. Bill of Rights (1689)

Merupakan undang-undang yang dicetuskan pada tahun 1689 dan diterima oleh parlemen Inggris, isinya mengatur tentang:

   a. Kebebasan dalam pemilihan anggota parlemen.
   b. Kebebasan berbicara dan mengeluarkan pendapat.
   c. Pajak, undang-undang dan pembentukan tentara tetap harus seizin parlemen.
   d. Hak warga negara untuk memeluk agama menurut kepercayaan masing-masing.
   e. Parlemen berhak untuk mengubah keputusan raja.

4. Revolusi Amerika (1776)

Perang kemerdekaan rakyat Amerika Serikat melawan penjajahan Inggris disebut sebagai Revolusi Amerika. Declaration of Independence (Proklamasi Kemerdekaan) dan Amerika Serikat menjadi negara merdeka pada tanggal 4 Juli 1776. Hak setiap bangsa untuk merdeka dipicu dari sini.

5. Revolusi Perancis

Revolusi Perancis adalah bentuk perlawanan rakyat Perancis kepada rajanya sendiri yaitu Louis XVI yang telah bertindak sewenang-wenang dan mutlak. Declarations des droits de I'homme et du citoyen ( Pernyataan Hak-Hak Manusia dan Warga Negara) merupakan hasil dari revolusi ini.
Baca Juga: 20 Manfaat Membaca Buku yang Harus Kamu Ketahui!
Pernyataan ini memuat tiga hal yang sangat populer yaitu Liberty (hak atas kebebasan), Egality (kesamaan), dan Fraternite (persaudaraan).

6. Atlantic Charter (1941)    

Muncul pada saat terjadinya Perang Dunia II yang dipelopori oleh F.D Roosevelt yang menyebutkan The Four Freedom, yaitu:

   a. Freedom of religion (kebebasan beragama)
   b. Freedom of speech (kebebasan untuk berbicara dan berpendapat)
   c. Freedom of fear (kebebasan dari rasa takut)
   d. Freedom of want (kebebasan dari kemelaratan)

7. Universal Declaration of Human Rights (1948)    

Pada tanggal 10 Desember tahun 1948, PBB telah berhasil merumuskan naskah yang dikenal dengan Universal Declaration of Human Rights yaitu pernyataan sedunia tentang hak-hak asasi manusia sehingga tanggal 10 Desember dipringati sebagai hari HAM Sedunia.

Isi pokok deklarasi itu tertuang pada pasal 1 yang menyatakan "Sekalian orang dilahirkan merdeka dan mempunyai martabat dan hak-hak yang sama. Mereka dikaruniai akal dan budi, dan hendaknya bergaul satu sama lain dala persaudaraan".

8. Hasil Sidang Majelis Umum PBB (1966)    

Tahun 1966, dalam sidang majelis umum PBB, telah diakui convenants on Human Rights dalam hukum internasional dan diratifikasi oleh negara-negara anggota PBB. Convenants tersebut antara lain:

   a. The International on Civil and Political Right yaitu tentang hak sipil dan politik.
   b. The International Convenant on Economic, Social, And cultural Right, yaitu berisi syarat-syarat dan nilai-nilai bagi sistem demokrasi ekonomi, sosial, dan budaya.
   c. Optional Protocol, adanya kemungkinan seseorang warga negara yang mengadukan pelanggaran HAM kepada The Human Rights Commite PBB setelah melalui upaya pengadilan di negaranya.

9.  African Charter on Human and People Rights (1981)

Pada tanggal 27 Juni 1981, negara-negara anggota Organisasi Persatuan Afrika (OAU) mengadakan konferensi mengenai HAM. Konferensi ini utnuk membahas segala bentuk kolonialisme dari Afrika, untuk mengoordinasikan dan mengintensifkan kerjasama dan upaya untuk mencapai kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat Afrika.

10. Cairo Declaration on Human Right in Islam (1990)

Deklarasi Kairo tentang HAM dalam Islam merupakan deklarasi dari negara-negara anggota Organisasi Konferensi Islam di Kairo (Mesir) pada tahun 1990 yang memberikan gambaran umum pada Islam tentang HAM dan menegaskan syariah  Islam sebagai satu-satunya sumber.

11. Bangkok Declaration (1993)

Deklarasi Bangkok diadopsi pada pertemuan negara Asia pada tahun 1993. Dalam konferensi ini pemerintah negara-negara Asia menegaskan kembali komitmennya terhadap prinsip-prinsip Piagam PBB dan Deklarasi Universal HAM.

12. Deklarasi PBB (Deklarasi Wina) Tahun 1993

Deklarasi ini merupakan deklarasi universal yang ditandatangani oleh semua negara anggota PBB di ibu kota Austria, yaitu Wina. Hasilnya adalah mendeklarasikan hak asasi generasi ketiga, yaitu hak pembangunan. Deklarasi ini sesungguhnya merupajkan re-evaluasi tahap dua dari Deklarasi HAM.

Contoh Kasus Pelanggaran HAM

Pelanggaran HAM adalah tindakan merenggut atau mengambil hak orang lain dengan cara memaksa. Kasus pelanggaran HAM di Indonsesia sudah terjadi sejak lama, mulai dari era setelah kemerdekaan, orde lama, orde baru dan juga reformasi.

Pelanggaran HAM di Indonesia timbul karena adanya konflik suku, ras, agama, budaya, dan golongan. Kasus pelanggaran HAM di Indonesia juga disebabkan oleh gerakan separatisme. Berikut adalah contoh kasus pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia.

1. Peristiwa Trisakti tanggal 12 Mei 1998 dimana terjadi penembakan terhadap mahasiswa Trisakti.

2. Tragedi Semanggi I tanggal 13 November 1998  yang merupakan protes masyarakat kepada MPR yang menewaskan setidaknya 5 orang korban.

3. Tragedi Semanggi II tanggal 24 September 1999 yang menewaskan setidaknya 5 korban.
Baca Juga: 5 Cara Ampuh Mengatasi Rasa Malas
4. Kasus pembunuhan aktifis Munir tanggal 7 September 2004 banyak yang mengatakan bahwa Munir meninggal karena diracun pada saat perjalanannya ke Amsterdam.

5. Kasus pembunuhan Marsinah tanggal 3-4 Mei 1993 yang meninggal karena diawali oleh aksi mogok kerjanya.

6. Peristiwa Tanjung Priok tahun 1984 yang diakibatkan oleh masalah SARA dan politik sehingga terjadi bentrok antara warga dengan polisi dan TNI.

7. Peristiwa di Abepura, Papua tahun 2003 silam, yang dipicu oleh penyerangan terhadap mapolsek Abepura sehingga muncul penyisiran besar-besaran terhadap pelaku penyerangan.

8. Tragedi bom Bali tahun 2002 yang memakan ratusan korban meninggal dunia dan luka-luka.

9. Kasus pemberontakan Gerakan Aceh Merdeka tahun 1976 yang merupakan konflik pemerintah dengan kelompok GAM sehingga memakan puluhan ribu korban jiwa.

10. Peristiwa G30S/PKI tanggal 30 September 1965 yang merupakan salah satu tragedi paling kelam sepanjang sejarah bangsa.

11. Konflik Sampit dan Madura tahun 2001 yang dipicu karena perbedaan ras yang menyebabkan banyak sekali korban jiwa.

12. Penembakan Misterius yang terjadi antara tahun 1982-1985 dimana terjadi penculikan, penganiayaan dan openembakan terhadap preman yang sering mengganggu ketertiban masyarakat, ratusan jiwa melayang akibat peristiwa ini.

13. Kasus pembantaian Santa Cruz tanggal 12 November 1991 dimana terjadi pembantaian oleh anggota militer pada warga sipil di Santa Cruz, Dili, Timor Timur.

14. Konflik Poso yang terjadi pada tahun 1998-2000 di Poso, Sulawesi Tengah. Dilandasi adanya perbedaan agama, politik, sosial, dan budaya.

Penutup

Demikianlah pembahasan dari Rumah Jendela mengenai pengertian, macam-macam, perkembangan, dan kasus pelanggaran HAM di Indonesia.

Kiranya informasi ini bermanfaat bagi Anda. Jangan lupa untuk SUBSCRIBE dan LIKE FANSPAGE FACEBOOK blog ini melalui menu yang telah disediakan di bawah supaya tidak ketinggalan informasi menarik dan terbaru dari kami.

Jika ada pertanyaan atau apapun silakan hubungi kami melalui contact yang telah disediakan atau tinggalkan di kolom komentar. Terimakasih dan sampai jumpa di postingan berikutnya. 

0 Response to "Pengertian HAM, Macam-Macam HAM, Perkembangan HAM, dan Contoh Kasus Pelanggaran HAM di Indonesia"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel